*Belawan* – Kondisi kesejahteraan pekerja di Belawan New Container Terminal (BNCT) kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasca tiga tahun pengambilalihan kendali operasional oleh raksasa logistik global, DP World, muncul anomali yang mencederai keadilan bagi para buruh pelabuhan: upah pekerja di sektor internasional justru jauh lebih rendah dibandingkan sektor domestik.
Idealnya, sektor internasional yang melayani kapal-kapal mancanegara dengan standar operasional global dan risiko kerja yang lebih tinggi, memberikan kompensasi yang lebih baik atau setidaknya setara. Namun, kenyataan di lapangan BNCT menunjukkan tren yang berlawanan.
Ketimpangan yang Tak Masuk Akal
Sejak transisi operasional ke tangan DP World, para pekerja melaporkan adanya stagnasi dan penurunan nilai pendapatan riil jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang bekerja di dermaga domestik. Beberapa poin utama yang menjadi keresahan pekerja meliputi:
- *Disparitas Upah:* Terdapat jurang perbedaan yang signifikan antara hak yang diterima pekerja sektor internasional (BNCT) dengan pekerja di terminal domestik, padahal beban kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan serupa.
- *Standar Global, Kesejahteraan Lokal:* Sebagai perusahaan kelas dunia, DP World seharusnya menerapkan standar kesejahteraan yang mencerminkan profitabilitas sektor internasional, bukan justru menekan biaya tenaga kerja di bawah standar pasar domestik.
- *Tiga Tahun Tanpa Perbaikan:* Setelah masa transisi selama tiga tahun, janji-janji efisiensi dan peningkatan kesejahteraan belum dirasakan dampaknya secara nyata oleh kantong para pekerja.
*"Sangat ironis melihat kapal-kapal besar dari luar negeri bersandar di sini, tapi pekerja yang melayaninya justru dibayar lebih murah daripada mereka yang melayani kapal antar-pulau. Di mana letak keadilannya?"* ungkap salah satu perwakilan pekerja.
Desakan Terhadap Manajemen
Kesenjangan ini memicu pertanyaan besar mengenai komitmen DP World terhadap aspek Social dalam prinsip *ESG (Environmental, Social, and Governance)* yang sering mereka kampanyekan di tingkat global. Para pekerja mendesak manajemen BNCT dan DP World untuk segera:
- *Melakukan Audit Pengupahan:* Meninjau kembali struktur upah agar selaras dengan beban kerja sektor internasional.
- *Penyetaraan Hak:* Memastikan tidak ada diskriminasi upah yang menempatkan pekerja sektor internasional di posisi yang lebih lemah dibanding sektor domestik.
- *Transparansi Operasional:* Menjelaskan dasar penetapan upah yang selama tiga tahun terakhir dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan buruh.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada produktivitas dan stabilitas operasional di pelabuhan yang menjadi urat nadi perekonomian Sumatera Utara tersebut.
*(Tim)*